|
|
 |
 |
Saturday, December 06, 2008
Lucu? Bikin tersenyum? Enggak lagi. Memang gue lagi seneng bicara cinta. Cinta seolah menjadi tema yang cukup menarik. Cinta ngingetin gue saat pertama kali jatuh cinta. Sedikit aneh, tapi cukup berkesan. Bayangkan, gue mencintai seseorang yang begitu menyebalkan. Bukan hanya rese tapi juga genit plus suka iseng. Pertama kenal bener-bener enggak ngeh. Tapi setiap kali ngobrol berdua, ternyata nih anak asyik juga. samrt, open minded dan satu yang gue suka, hobbynya manjat pohon mangga.
Di pohon mangga itulah cerita cinta kami dimulai. Lucu sih, apalagi waktu itu umur gue baru 13 tahun. Pasti bener-bener norak abis. Meski menurut gue sangat romantis. Tau enggak, gue nembak doi pas di atas pohon mangga. Enggak asik banget kan? Mana kita masih cupu. Maklum baru kelas 1 SMP. Cinta monyet kali. tapi monyetnya suka buah mangga. Hehe....
Lucunya lagi doi ngangguk-ngangguk aja waktu gue bilang, "Enak kali ya kalau kita bisa pacaran?" Enggak tau tuh dia nggangguk maksudnya apaan. Setuju atau.... Malah enggak paham. yang jelas gue langsung deg deg ser waktu mau nolongin dia turun dari pohon. Habis -ups sorry nih ya bukan maksud gue mau ngelecehin perempuan- enggak sengaja gue narik celana pendeknya yang super pendek itu, dan baru gue sadari kalau ternyata dia enggak pake jeroan (tau kan). Kebanyang nggak sih gimana reaksinya? Salah ! Kalau kamu kira dia marah. Yang ada dia cuma cengar-cengir sambil ngibasin tangan gue.
Untung waktu itu pikiranku masih polos los. Coba sekarang, pasti kejadian tuh sesuatu hal yang sebenarnya kami inginkan. Hehe... Sejak kejadian itu, kami resmi -meski menurut gue cuma sepihak- pacaran. Kenapa gue bilang sepihak? Karena selama itu gue lah yang selalu bilang ke teman-teman. Udah gitu kayaknya dia biasa-biasa aja nanggapin rayuan gue.
Meski terlihat dia menyukai gue, tapi enggak ada respon yang cukup berarti waktu gue memegang tangannya. enggak tau ya kok masih kecil gue udah romantis abis. Hehe.... Yang gue harapin sih dia tersenyum dan merebahkan kepalanya ke pundak gue (maunya). Tapi justru sebaliknya dia hanya tersenyum dan menarik tangannya malu-malu. Bukti keromantisan gue yang lain nih. Hampir tiap hari gue buat puisi untuk dia. Cewek mana coba yang nggak klepek-klepek membaca puisi gue. Gubrakkkk!! (apaan yang jatuh?) Enggak percaya? Kali ini dia bereaksi. sedikit. Tapi okelah...
Seperti biasanya tiap pagi gue nyelipin puisi di laci mejanya. Dan seperti biasa pula dia membuka gulungan kertas itu perlahan, dan menyimpannya di tas. tapi hari itu lain dari biasanya. Dia membuka gulungan kertas putih dari gue, membacanya sebentar.... aku sempat enggak memperhatikan, abis temen di sebelah gue berisik banget minta contekan PR yang harus dikumpulin pagi itu. Mata gue tertuju lagi pada doi. Kertas itu digulungnya kembali. Dia tersenyum lebar hampir tertawa bahkan. Lalu... kertas itu dimasukkan ke dalam tasnya. Lho apanya yang enggak biasa? Kan biasanya kayak gitu? Sabar coy. maksudnya enggak seperti biasanya, kali ini dia pakai tersenyum dulu baru masukin kertas itu ke dalam tasnya. Hehehe..... (garing tau!)
Mau tau isi puisi gue?
"aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada...."
Weleh-weleh ketauan plagiat banget.
Posted at 01:28 pm by ghozi
Permalink
Monday, November 24, 2008
Aku tak dapat lagi melupakannya. Perasaan itu semakin membuncah. Di setiap malam-malamku yag terbayag hanyalah dia. Aku berharap bisa selalu memimpikan dia, bertemu dia di setiap malam. Agar aku bisa berbagi kasih, berbagi beban dan berbagi cerita.
Semakin aku melupakannya, semakin aku megingatnya. Aku tak mungkin melupakannya, karena aku yakin inilah cinta sejati yang selama ini aku cari. Inilah cinta yang aka memberikan aku kekuatan, memberikan aku inspirasi , memberikan aku motivasi untuk menjalani hari-hariku. Meski cinta ini tak biasa, tapi aku akan membuatnya menjadi biasa. Meski cinta ini tak seindah harapan, tapi aku akan membuatnya menjadi indah. Meski cinta ini tak diharapkan, tapi aku akan membuatnya menjadi selalu diharapka untuk datang.
Yang kutahu hanyalah CINTA..... Dan semua TENTANG CINTA
Posted at 04:28 pm by ghozi
Permalink
Thursday, November 20, 2008
Cinta ini menggelisahkan aku Membuat aku gila Andai kita terpisah Mati rasa-rasaku Cinta ini membodohkan aku Menutup akal sehatku Andai engkau tak di sisi Risau isi jiwaku
Selama kau belum jadi milikku yang utuh Aku akan selalu milikimu Selama bumi masih kan terus berputar Aku akan se;a;u menujumu Walau ke ujung dunia
Cinta ini membodohkan aku Menutup akal sehatku Andai kita terpisah Mati rasa-rasaku
(By ; Dirly Idol)
Posted at 10:29 pm by ghozi
Permalink
Sunday, November 16, 2008
Aku tak tahu dari mana semua dimulai
Aku tak tahu dari mana semua dimulai. Aku heran. Heran pada diriku sendiri. Heran pada hidupku. Heran pada kehidupanku yang ternyata tak selamanya putih. Hidupku yang tak selamanya lempeng. Jalan berbelok itu mesti kulalui sekarang. Karena aku terlanjur menyimpang dari jalan yang seharusnya kutempuh. Karena aku yang memilih jalur ini. Karena aku yang menentukan pilihanku. Tidak orang tua. Tidak saudara, tidak juga sahabat. Semua aku yang memilih. Dan Tuhan jualah yang memberi pilihan itu. Pillihan yang sulit bagiku. Tapi aku harus tetap memilihnya. Dan aku sudah menentukan pilihan ini. Meski ragu tapi aku harus melangkah di jalan yang telah kupilih. Meski ini salah tapi aku tak bisa lagi berbalik arah. Paling tidak aku harus menemukan persimpangan agar aku bisa kembali menapaki jalan yang seharusnya aku tempuh. Walau aku tak tahu itu kapan.
Aku tak tahu dari mana semua dimulai. Aku heran. Heran pada keadaanku. Heran pada situasi yang kuhadapi. Semua mengalir begitu saja. Tanpa bisa kucegah. Aku tak tahu aku yang menghendaki seperti ini, atau ini memang jalan yang dipilihkan Tuhan untukku. Meski ku tahu ini bukan jalan yang baik bagiku. Tapi sungguh aku tak bisa menampiknya. Aku tak bisa menolaknya. Sungguh!
Aku tak tahu dari mana semua dimulai. Andai semua itu tak pernah terjadi. Tapi bukankah aku yang menginginkan itu terjadi? Atau dia? Bukan. Bukan hanya dia. Tapi kami. Ya kami yang menginginkan Cinta itu ada. Dan itu benar-benar ada. Dan itu selalu membayangiku. Aku tak bisa menghapus jejak itu. Aku menginginkan lagi. Tiap hari, tiap malam bahkan tiap detik pun aku akan mencoba untuk sanggup mencintainya.
Aku tak tahu dari mana semua dimulai. Andai reinkarnasi itu benar terwujud, aku ingin lahir kembali. Terlahir bukan untuk jadi begini. Aku ingin menapaki jalan lurus. Jalan yang telah ditetapkan untukku. Tak kan kulewati kelokan itu. Biarpun di sana banyak tempat-tempat menyenangkan. Tempat-tempat menakjubkan. Akan kubiarkan kakiku melangkah di jalan yang lurus. Dan tak akan menoleh kelokan itu. Tapi semuanya telah terjadi. Dan aku mesti menerima kenyataan ini. Inilah anugerah yang harus kuterima, harus kusyukuri. Cinta -yang aku tak tahu- sejati atau enggak. Ah, sudahlah aku mesti menerimanya. Karena cinta tak pernah memaksa.
Aku tak tahu dari mana semua dimulai......
Posted at 08:00 pm by ghozi
Permalink
Aku adalah angin yang berhembus di atas lautan
Aku adalah gelombang lautan
Aku adalah bisikan desau dedaunan
Aku adalah sinar mentari
Aku adalah sorot cahaya rembulan dan bintang
Aku adalah kekuatan pohon yang tumbuh
Aku adalah kuncup yang berkembang menjadi bunga
Aku adalah gerak renang ikan salmon
Aku adalah keberanian babi hutan yang berkelahi
Aku adalah kecepatan lari rusa hutan
Aku adalah kekuatan kerbau yang menarik bajak
Aku adalah kebesaran oak yang perkasa
Dan aku adalah pikiran dari semua orang
yang memuji keindahan dan keagunganku.
-The Black Book of Carmathan-
Posted at 07:48 pm by ghozi
Permalink
Thursday, November 06, 2008
Tumben malem ini enggak hujan. Kemarin sore hujan deres banget. Dari pagi malah. Mau keluar-keluar jadi males. Padahal kemarin kan ada janji mau nemenin Yu' Bontie nngeceng. Jadi urung deh. Terpaksa baru keluar malem ini. Pas banget enggak hujan, perut laper, ada yang ngajakin keluar. Hehehe.... Apa tuh kata pepatah? Pucuk dicium.... eh dicinta ulam tiba (halah)
Asik aja tuh bisa jjs malem2. Secara di Pagaralam tuh kalo malem kan enggak asik. Hehehe.... Ya udah karena perut laper kita meluncur ja ke warung ayam bakar di mana tuh namanya aku lupa. Oh iya Monila.... Monila Oemardi kalee... eh salah ya? Monica kaleeee...
Abis tuh kan rencana mau ngenet on the spot, tapi ternyata loadingnya lama banget. Padahal udah bawa notebook segala macem. Yah terpaksa deh nongkrong di warnet. Kebetulan aku juga baru tau ternyata oh ternyata di Pagaralam udah banyak warnet. Waduh kuper banget aku ya.....
Udah ah mau pulang dulu.......
Posted at 09:32 pm by ghozi
Permalink
Monday, October 20, 2008
Nonton Laskar Pelangi yoook...
Hmmmmm, dah lama banget aku enggak posting di sini. Ada sedikit kagok mau nulis, habisnya beberapa bulan ini aku enggak sempat untuk ngeblog. Rasa kangen dan juga banyaknya cerita yang akan aku tumpahin, membuatku mencuri sedikit waktu luangku untuk belajar menulis lagi. Enggak tau kenapa tiap kali ngeblog seakan beban masalah yang kuhadapi sedikit berkurang, meski kadang malah bertambah. (lho kok?)
Lebaran udah berlalu, meski sekarang masih bulan Syawal. Seperti biasanya aku menghabiskan Lebaran di Yogya, my lovely hometown. Seneng banget coz semua pada ngumpul. Kakak-kakak, keponakan-keponakan yang aduuuh nakalnya minta ampun. Bener-bener going home deh. Mana di rumah sekarang melihara banyak ayam. Emang di kandang sih tapi kalo pagi cericitannya ya ampun bikin tidurku enggak bisa pulas. Mana tiap azan shubuh mesti udah pada bangun. Padahal di Pagaralam kan aku biasa bangun jam 6, buru-buru sholat (udah telat belum ya jam segitu?), jogging di alun-alun (berrrrr udara pagi di Pagaralam maknyess banget), balik ke rumah keringetan langsung minum jus buah. Ajibbb...... Kadang-kadang saking cape'nya, nekad jam 9 pagi baru berangkat kerja. Gimana negara ini mau maju coba kalo pengelola kenegaraannya (walah bahasanya itu lho) malsa-malas kaya' aku. (hehe... ngaku).
Saat di Yogya mesti teratur banget. Bangun jam 4 shubuh, ikut jamaah shubuh di musholla, beresin rumah bentar, tetep jogging tapi di jalan pinggir sawah (wah tak kalah maknyess-nya udara pagi di Yogya). Bedanya balik abis jogging di rumah udah disediain susu anget sama sarapan pagi. Duh seneng banget punya mami yang so care with me. Suasana seperti ini yang selalu bikin aku homesick mulu. TAPI.... habis sarapan mesti nyuci baju seember besar, nyiramin tanaman, plus nyetrika juga seember besar. (Alamak jadi Ijah mendadak nih). Anyway bersama keluarga tetep asik kok. Banget! At least aku bisa curhat panjang lebar ke sodara-sodara atau curhat heart to heart sama mami (Ketahuan nih anak mami)
Seperti tahun-tahun kemarin tiap kali mudik di Yogya pasti padet banget bikin acara. Apalagi kalo bukan jalan-jalan. Apalagi kakak perempuan yang dari Padang datang juga. Wah jadi pacar dadakan tuh. Kemana-mana sama dia. Ke pantai, ke Kaliurang, ke Glagah, ke pasar, ke mall, nonton Laskar Pelangi (tapi sayangnya pas mau nonton LP sama kakak, udah kehabisan tiket. Jadinya cuma nonton Cinlok. Huh sebel), belanja-belanji, foto-foto, mejeng, ngafe, aduhhh pokoke luengket banget. Pantes aja orang-orang pada ngira kita pacaran. Mesra gitu sih. Hahaha....
Ngomong-ngomong Laskar Pelangi. Keren banget tuh film. Bagiku itu film Indonesia terbaik di abad 21. So touchy. Mana ada coba film Indonesia saat ini yang asik kaya' gitu. Mampu memberikan semangat baru bagi jutaan anak Indonesia yang enggak mampu mengenyam pendidikan dengan baik. Bagiku LP bukan sekedar memberikan inspirasi, tetapi lebih dari itu mengajarkan kita untuk pandai bersyukur terhadap nikmat dan kesempatan yang telah kita dapatkan. Selama ini aku selalu mengeluh. Selama ini aku tak bersemangat menghadapi hari-hariku yang kuanggap enggak adil. Padahal coba kita lihat kembali kehidupan para Laskar Pelangi. Tidak lebih baik dari aku. Tetapi mereka tetap bergembira, tetap tersenyum, tetap menari, tetap menghadapi hari-hari mereka dengan penih semangat. LP telah menampar keras diriku. Kurang apa aku? Setidaknya, meski aku juga anak orang enggak mampu tetapi aku masih bisa belajar di tempat yang baik, masih bisa makan enak, masih bisa kuliah, mendapat kerjaan yang lumayan. Menghayati LP tidak saja bikin aku terharu, merinding, tetapi juga membangkitkan kembali bulir-bulir semangat yang telah mengelupas satu-satu.
Aku aja hampir nangis pas mau selesai nonton. Untung temen-temen gokilku juga pada nangis jadi aku kan enggak malu. Padahal kami rombongan berlima cowok semua yang katanya berjiwa manly. Hahaha.... Lebai banget sih sampe nangis.......
Enggak ada habisnya deh ngomongin LP. Maklum aku se-gank suka sastra, ngefans sama Andrea Hirata, maniak Harry Potter juga (lho kok ke Harry Potter sih?) Hehehe......
Menarilah dan terus tertawa
Meski dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada Yang Kuasa
Cinta kita di dunia
Selamanya....
Posted at 04:41 pm by ghozi
Permalink
Monday, June 30, 2008
Ada sepasang mata kecil menatapku
Dan keduanya juga mengamati malam dan siang
Ada sepasang telinga di dekatmu
Dengan cepat menangkap setiap kata
yang engkau ucapkan
Ada sepasang tangan yang kadang mengusikmu
Dan lincah menirukan apa pun sikap lakumu
Ia seorang anak laki-laki yang sedang bermimpi
Bahwa suatu hari ia akan menjadi cerminanmu
Dialah si kecil idolamu
Dialah si bijak yang menuntunmu
Dalam otaknya yang mungil hanya ada kamu
Tak pernah ada snagsi atau curiga
Percaya kepadamu begitu saja
Berpegang pada semua kata dan teladanmu
Ia akan
Ia akan berkata dan berbuat
seperti kebiasaanmu
Tatkala ia tumbuh dewasa sepertimu
Ia sahabat kecilmu yang bermata lebar
Yang percaya engkau senantiasa benar
Dan telinganya senantiasa terbuka
Matanya mengamati siang dan malam
Engkau memberinya contoh
Dari yang setiap hati engkau perbuat
Bagi si kecil yang tidak sabar menunggu
Tumbuh besar seperti kamu
- Anonim -
Posted at 03:34 pm by ghozi
Permalink
Selamat siang...bapak, ibu, kakak, adik, oom, tante, mas, mbak, akang, teteh, kakek, nenek, semuanya deh. Eh kelupaan, my lovely blog tentunya enggak bakal ketinggalan. Ketemu lagi ma gue. Dah lama banget gue enggak nongol ya? Pa kabar nih? Moga kabar baek ya.... Liburan belum? (Maksud loooe....) Hari gini kan lagi libur kenaikan kelas (bagi adek2 pelajar), liburan semester (bagi adek2 en kakak2 mahasiswa), liburan apa lagi ya? Honeymoon barangkali yang baru menikah. Hehehe... Buat yang enggak ada liburan, tetep semangat aja deh. Buruan ambil cuti, angkat koper en travel bag-nya, so cabut deh dari kantor pergilah dan telusuri tempat-tempat santai nan eksotis. Pasti asyik banget tuh. Bisa nge-refresh pikiran kita. Dan besoknya jadi semangat lagi. Gitchu...
Bagi yang bener-bener enggak bisa liburan, cuti or anythingelse like that, termasuk gue nih, sabar eja deh entar juga ada waktu buat liburan. Manfaatin aja long weekend (akhir Juli kan ada tuh libur di mid weekday. Kenapa enggak ambil cuti aja. Kerja terus apa sih yang mau dicari? Hehe.....
But sayang banget nih gue juga enggak ada liburan, coz bulan Juli-Agustus nih mesti ambil semester pendek. Yah, ternyata ada mata kuliah yang ngulang ya? Bukan gitu buuuu. Let me tell you, SP de kampus gue tuh ternyata ajaib binti aneh. Kok bisa? Ya iyalah masa ya iya dong (wah lagi trend tuh kalimat te es be). Sebagaimana kita tahu (ciee...kalimatnya itu lho), SP kan semestinya diambil bagi mahasiswa yang ada mata kuliah bernilai kurang (D or E gitu kan?). Tapi, SP di tempat gue kuliah ternyata kita bisa ngambil mata kuliah baru. Jadi kita bisa cepat menuhin kuota (halah) SKS yang dibebankan, sehingga cukup empat or bahkan 3,5 tahun aja udah kelar. (Waduh kuliah apaan tuh?) Asyik kan. Tapi gue jadi enggak bisa ambil liburan bulan Juli ini. Mana kerjaan di kantor banyak lagi. Udah gitu stafnya banyak yang ikut proyek di luar kota. Bakalan sepi deh di kantor. Bete lagi gue.
Posted at 03:04 pm by ghozi
Permalink
Monday, April 14, 2008
Lama banget nih gak nongol. Kangeeeen banget. Tapi gimana lagi. Hari-hari belakangan gue mesti konsen. Konsen kerja yang gak ada matinye (hehehe...), konsen kuliah -ampun deh tuh dosen ngasih tugas mulu-, konsen..... apa lagi ya? Konsen nyari cewek. Hahaha.... Hari gini gitu loh. Yup gue lagi jomblo nih. Bener-bener jomblo. So, buat kaum Venus yang ada rasa ke gue bisa tuh kirim Curriculum Vitae-nya (maksud loe?) Ada lowongan besar-besaran nih. Seleksinya gak ketat kok. Cukup punya tampang oke, manner oke, pengetahuan oke pokoke yang serba oke deh. Dah tu kudu punya hobby seru, kisah hidup yang seru, bahan obrolan yang seru. Pokoke yang saru-saru, ups seru maksud gue. Buruan tuh daftar ke gue. Waduh kaya' gak ada harga diri banget gue nawarin kaya' gini. Mana ada coba cewek yang nge-klik dengan cara gue. Yang ada ilfil kaleee....
Just intermezzo. Coz aku juga gak tau mesti cerita apa. Tapi jujur deh saat ini gue emang lagi nyari pendamping. Malu man sama umur yang udah mulai tua. Takutnya keseriusan sama kerjaan jadi gak mikir tentang keluarga. Padahal sih nyokap-bokap gak pernah nanyain kapan gue mau kawin. Gue aja kali yang mulai bisa berpikir dewasa (halah). Gue sering berpikir untuk apa gue kerja nyari duit dari pagi sampai sore kalau gak ada tempat untuk berbagi. Kata orang masih lajang saatnya untuk ngumpulin rezeki. Tapi nyatanya gue udah lajang dari dulu gak ada peningkatannya. Kaya' gini terus. Tabungan gak pernah ada. Gaji sekedar numpang lewat di bank. Property? Gak ada yang bisa dibanggain. Pokoknya gue ngerasa makin lama melajang makin boros. Soalnya gak mikirin macem-macem. Yang penting hati gue puas en nyaman dengan keadaan gue.
Tapi, bener gak sih gue serius nyari pendamping (hidup)? Masalahnya gue merasa enjoy dengan kelajangan gue. Gue masih belum sanggup untuk berbagi dengan pasangan. Gue masih takut menghadapi perubahan yang drastis. Gue masih belum berani menghadapi masalah-masalah yang akan timbul. Gue masih takut kawin. Nah loe.....
Terus, ngapain coba gue mesti nyari pendamping? Gue udah bilang tadi, gue merasa ada yang kurang di kehidupan gue. Gue merasa perlu seseorang untuk berbagi suka dan duka. Tapi gue belum siap untuk berbagi, kan?
Entahlah. Gue bingung. Gue pusing kalau mikirin kaya' gitu. Sekarang gue pingin tenang. Gue pingin bisa berbuat baik dulu pada orang tua gue. Gue pingin memberikan sesuatu yang meski pun sedikit tapi bermanfaat buat orang lain. Bukan gue gak seka pada perubahan. Tapi bagi gue perubahan kecil akan lebih enak diterima daripada perubahan besar tetapi akan bikin gue stres.
Posted at 12:43 pm by ghozi
Permalink
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|